 |
Hajar Pamundi - My Blog
Siapa Kamu, Siapa Aku?
|
Buat saya pribadi, saya tak pernah ingat kapan pertama kali saya mengucapkan kalimat Syahadat. Karena alhamdulillah saya terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang beragama Islam. Saya belajar shalat, belajar puasa pertama kali, bersama keluarga saya. Saya sangat bersyukur dikaruniai hal seperti itu. Setahu saya, Islam itu ya ISLAM, seperti Islam Anda mungkin, juga mungkin Islam teman-teman saya, famili Anda, atau Islamnya para Kyai yang sering khotbah di televisi itu. Guru TPA saya sewaktu SD pernah bercerita, ISLAM itu adalah Isya, Subuh, Lohor, Ashar, Maghrib.. Itu yang bisa saya ingat. Semua Islam pasti kenal dengan 5 hal itu, saya pikir.
Tetangga-tetangga saya juga konon beragama sama dengan saya. Meski di tembok rumah mereka ada yang terpasang lukisan Kyai Ahmad Dahlan, ada yang terpasang foto konon bernama Kyai Hasyim Ashari, tetapi mereka semua bilang bahwa nabi yang mereka ikuti adalah Nabi Muhammad SAW. Sama, saya pikir.
Beranjak memasuki bangku universitas, saya tetap Insya Allah Islam. Sama dengan Islam saya sewaktu SD. Hanya saja, melalui teman-teman saya waktu itu, saya mulai dikenalkan oleh mereka Islam yang katanya paling benar. Saya ditunjukkan Islam yang katanya juga paling salah. Islam yang munafik, Islam yang kafir, juga Islam yang palsu karena sudah tidak murni lagi. Mereka memperkenalkan kepada saya dengan nama depan yang sama, ISLAM.
Saya memang tak pernah menyentuh pendidikan di pesantren manapun, kecuali sekilas di pesantren dunia maya dan pesantren kilat sewaktu sekolah dulu. Teman saya yang pernah dikirim oleh orang tuanya untuk belajar mendalami agama seperti yang saya anut, satu kali pernah bercerita betapa hebatnya dia dalam waktu beberapa bulan, sudah hafal luar kepala beberapa Juz Al Quran. Betapa hebatnya pesantren tempat dia mendalami agamanya. Teman saya yang lain, bercerita bahwa di pesantrennya, para santri selain dibekali ilmu agama juga dijamin lancar cas cis cus berbahasa Inggris dan tentu saja bahasa Arab. Betapa hebatnya pesantren itu. Semua mempelajari hal yang sama, Ilmu Islam, kalau saya tidak salah.
Sekali waktu Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi tanah suci. Kenalan saya yang konon sedang nyantren di mana katanya agama Islam diturunkan tak jauh dari tempatnya, bercerita kepada saya. Bahwa kalau ada orang yang ingin belajar Islam sesuai tuntunan Rasulullah, tak salah bila belajar di kota tempatnya belajar. Karena menurutnya, ajaran Islam di situ masih murni dan tidak dicampur adukkan dengan ilmu-ilmu baru yang tidak jelas sumber hukumnya. Menurut kenalan saya yang lain, kebetulan dia juga sedang nyantren di negara tak jauh dari situ juga, tidak ada salahnya menggunakan referensi ilmu selain dari ilmu Islam, sepanjang itu berguna untuk kemaslahatan umat.
Saya memang tak pernah bisa menjawab kalau ada teman saya yang bertanya.. Kenapa harus Salafi? Kenapa harus Wahabi? Kenapa Syiah? Kenapa Sunni? Apa Islam kamu? Apa mahzab kamu? Kenapa harus moderat? Kenapa harus radikal? Kenapa harus liberal? Partai apa Islam kamu? Ideologi Islam apa partai kamu?
Entahlah..
Sementara umat lain terus bersatu membangun demi kemajuan para penganutnya.. Sementara umat Islam saling menjatuhkan antara kaum Islam yang satu dengan yang lain..
Sementara umat lain sibuk berbuat kebaikan, berkegiatan sosial demi umat mereka.. Sementara umat Islam saling teror, saling menyalahkan, saling berebut pengaruh satu sama lain..
Sampai Kapan? 
|
|
|
|
 |
Buku dan Amerika
|
 Terlepas dari semua subyektifitas dan kontroversi pro dan kontra menyangkut buku " Menyingkap TEROR & FITNAH " ini, saya sangat apresiatif dengan Ibu Hj. Irena Handono ini. Seperti buku terdahulunya " ISLAM DIHUJAT" beberapa tahun yang lalu, nampaknya Bu Hajah ini masih terus melaju bersama idealismenya menelusuri akar permasalahan kejadian-kejadian dunia yang notabene selalu memojokkan Islam. Saya belum membaca buku ini, tapi konon buku ini juga mengisahkan kejadian-kejadian perang yang juga dilatarbelakangi oleh barat (baca : Amerika), dengan dalih membela kesucian, namun sejatinya adalah proyek besar penguasaan sumber daya alam dan juga tentu saja kepentingan politik untuk memperluas pengaruhnya. Yea.. Amerika lagi.. Saya sangat maklum dengan komentar-komentar negatif dari teman-teman yang tinggal di Amerika mengenai apa yang tertulis di buku ini. Padahal saya yakin belum satupun dari mereka yang membaca buku ini, tentu saja karena budaya " Judge a book by its cover" masih melekat. Tetapi kata Anda ini adalah demokrasi, seperti yang negara tempat tinggal Anda itu sering agung-agungkan. Betul Bos?  Sebelumnya, beberapa saat yang lalu dunia perbukuan Indonesia juga heboh dengan hadirnya buku " Saatnya Dunia Berubah - Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" tulisan Bu Menteri Kesehatan RI DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP(K) yang berupaya membuka mata dunia tentang kasus virus H5N1. Dan hasilnya? Amerika lagi.. Terlepas dari segala kandungan buku-buku tersebut, nampaknya segala macam buku-buku yang berisi tentang Amerika dan segala macam kejelekanya semakin banyak membanjiri pasar di Indonesia. Sentimen Anti Amerika?  Di sisi lain, dunia saat ini juga sedang melirik buku " The Post-American World" tulisan Fareed Zakaria. Bagi yang belum membacanya, dengan metode Judge a book by its cover Anda akan dengan cepet mengetahui apa yang terkandung dalam buku ini. Yea Amerika lagi.. Tetapi buku ini lebih menekankan kepada dunia bahwa "Sebentar lagi Amerika akan habis.." Benarkah? Menurut beberapa kajian analisis, yang tak jauh beda dengan ramalan, konon pasca Amerika adalah masa keemasan bagi Asia. Well..
|
|
| September 15, 2008 | 11:09 AM |
|
|
 |
Tentang UK di East Timor
|
Merujuk pada link di sini, tentang keterlibatan UK dalam kasus Timor Timur saya hanya menyarankan bahwa akui saja secara jantan kalau memang terlibat bos... Jangan hanya menyalahkan Indonesia seolah-olah hanya Indonesialah yang bertanggung jawab atas segala tragedi yang terjadi di sana. Bukankah akan terlihat lebih satria kalau Ente mau mengakui secara terbuka dan terang-terangan. Tentu ini akan lebih baik daripada di kemudian hari ada pihak-pihak tertentu yang mau menggugat Ente secara hukum (Semacam kasus warga Rawagede, Karawang yang akhirnya menggugat Belanda karena kasus pembantaian warganya pada era kolonialisme). Tenang bos, sudah kita duga sebelumnya kalau memang Ente dan blok barat terlibat dalam permainan ini. Apa alasannya? Kemungkinan terbesar karena Ente ingin menjadikan Indonesia sebagai blok penangkal komunisme, bukan begitu Bos? Apalagi banyak pihak yang percaya bahwa Fretilin, partai utama di Timor Timur itu sangat dekat dengan komunis. Salah satu buktinya adalah kedekatan Fretilin dengan Frelimo Mozambique, partai yang jelas-jelas berkiblat pada Sosialis Internasional. Belakangan, hal ini juga pernah diungkapkan oleh Alm Bung Alfredo Reinado sebelum tertembak yang menyatakan bahwa ia ingin menjatuhkan ideologi komunis yang dibawa oleh Fretilin. Maka berdasar itulah Ente ikut bermain. So, mau berbesar hati Bos? Jangan maunya Ente ' nabok nyilih tangan' aja..
|
|
| September 15, 2008 | 3:09 AM |
|
|
 |
Uthak Athik Gathuk Presiden RI Mendatang
|
Seiring dengan semakin dekatnya apa yang disebut " pesta demokrasi" atau pemilu 2009, tensi politik di negeri ini mulai menghangat. Partai – partai politik mulai ancang – ancang, mengelus – elus jagonya untuk menjadi Presiden tahun 2009.Berkaitan dengan pemimpin – pemimpin yang pernah, sedang dan akan menjadi leader di negeri ini, saya jadi teringat dengan ramalan sang Pujangga Jawa, Rangga Warsita, tentang munculnya 7 satria yang akan memimpin sebuah negara seluas Majapahit; yakni yang disebut Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Ramalan ini sebenarnya pernah diangkat beberapa waktu lalu saat Negara ini mengalami berbagai krisis multidimensi dan memunculkan wacana satria piningit, yang dipercaya akan muncul menyelamatkan Negara dari krisis. Sekarang, banyak kalangan menguthak – uthik & nggathukke 7 satria tersebut dengan perjalanan para pemimpin yang pernah menempati posisi RI1 di negeri ini.
SATRIO KINUNJARA MURWA KUNCARA. Tokoh pemimpin yang akrab keluar masuk penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
SATRIO MUKTI WIBAWA KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
SATRIA JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
SATRIA LELANA TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000. ( Ini katanya lhoo )
SATRIA PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
SATRIA BOYONG PAMBUKANING GAPURA. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
SATRIA PINANDITA SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Gusti Allah (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Kekuasaan Gusti Allah, bangsa ini diharapkan akan mencapai zaman keemasan yang sejati.Nah, dalam konteks pemilihan Presiden tahun mendatang, silakan di gathuk – gathukke , apakah kira – kira dari tokoh- tokoh yang muncul dan dimunculkan, ada yang memiliki ciri seperti Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu?
sumber : Mediacare kiriman Teddy Sunardi
|
|
Nyali
|
Don't think about money, opportunity nor religion. advisers said 'you can if you think you can'. i believe it my God, and guys you know what.. several days ago i met the hero. he said that it's just all about your mind. ride all over the world, the hero... ride for peace..
|
|
| April 22, 2008 | 11:04 AM |
|
Latest Posts
Monthly Archive
Change Language
Friends
10021 views
|
 |